Kamis, 29 Januari 2009

Imam Hasan Al-Basri Ra

Imam Hasan Al-Basri dilahirkan di kota Madinah pada tahun 21 H ( 632 M ). Ibunda beliau bernama Khoiroh Maulat; ayahanda beliau bernama Yassar. Nama lengkap beliau Abu Said Al Hasan bin Abi Al Yassar Al-Basri. Beliau murid terdekat Hudzaifah; beliau dibesarkan dan diasuh oleh Sayyidina Ali bin Abu Thalib. Beliau pernah menyusu pada istri Rasulullah saw yang bernama Salamah ra.

Perjalanan Hidup Imam Hasan Al Basri

Beliau merupakan pemuda yang cerdas, tekun mengkaji ilmu-ilmu agama pada Sahabat yang jumlahnya 300 orang dan ulama terkenal; sehingga beliau menjadi ulama terkenal dan berpengaruh pada tahun 37 H, setelah perang Shiffin. Lambat laun ajaran beliau menjadi suatu aliran (Mazhab) yang sangat terkenal, yaitu Mazhab Salaf; mazhab pertama, setelah masa sahabat.

Dasar-dasar Pemikiran Imam Hasan Al Basri

  • Yang menyebabkan Agama itu rusak adalah hidup tamak, sedangkan yang menyebabkan Agama itu baik adalah hidup wara’

  • Hidup di dunia sebaiknya tidak mewah atau sebaiknya selalu prihatin dan bersedih, sebab kita hidup di dunia ini bagaikan hidup di panggung sandiwara, yang nantinya akan diminta pertanggung jawabannya di Akhirat kelak. Dan hidup kita ini dipagari oleh kematian yang mana seorangpun tidak ada yang tahu kapan saatnya ajal itu akan tiba. Kehidupan orang beriman hanya untuk beribadah kepada Allah swt semata, sebagai bekal hidup di akhirat kelak; bukan untuk berfoya-foya atau bersenang-senang.

  • Ilmu dan Iman akan memudahkan orang untuk selalu Taqorrub ( mendekatkan diri) kepada Allah swt.

  • Hidup di dunia bagaikan ular berbisa yang lembut sentuhannya dan racunnya akan mematikan. Berhati-hatilah untuk hidup di dunia yang penuh pesona, rayuan dan godaan.

Kelebihan Imam Hasan Al Basri

  • Imam Hasan Al Basri mempunyai sifat-sifat terpuji dan ilmu pengetahuan yang luas dan dalam. Imam Ali bin Abu Thalib pernah menguji beliau dengan pertanyaan tentang kebaikan dan kerusakan suatuAgama.
  • Kehidupan beliau sehari-hari Zuhud dan Wara’ dan tidak pernah tidur ketika senang, karena mengingat Allah swt. Menurut beliau, Orang Zuhud itu mempunyai tiga Syarat :

    1. Sedikit sekali menggemari dunia, sederhana dalam menggunakan segala miliknya, menerima apa yang ada, juga tidak merisaukan segala sesuatu yang tidak ada, akan tetapi giat dalam bekerja, karena bekerja adalah mencari rizki, sedangkan mencari rizki, suatu kewajiban.
    2. pujian dan celaan adalah hal yang sama, tidak bergembira bila mendapat pujian, juga tidak bersedih jika mendapat celaan atau hinaan.
    3. mengutamakan ridho Allah swt dari pada ridho manusia atau merasa tenteram jiwanya bersama Allah swt dan merasa bahagia sebab dapat mentaati semua tuntutannya.

Pengertian Zuhud tersebut sesuai firman Allah swt :

“Kehidupan dunia tidak lain hanya sebagai hiburan dan permainan saja. Kehidupan yang sebenarnya ialah kehidupan Akhirat, kalau mereka itu mengerti” (QS. Al-Ankabut; 64)

Hadits Rasulullah saw :

Rasulullah itu melewati bangkai kambing yang telah di buang oleh pemiliknya, lalu beliau bersabda :

“Demi zat yang jiwaku ada di tangannya, sungguh dunia itu lebih hina atas Allah swt dari pada bangkai kambing ini pada pemiliknya.”

Wafatnya Imam Hasan Al-Basri

Imam Hasan Al-Basri wafat pada tahun 110 H di kota Basrah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar